"Halo, Luca? Ada apa?" Zara menyapa suaminya yang menghubungi tanpa diduga. Dia melirik Oma Rosa dan mertuanya yang terlihat kaget mengetahui jika yang menghubunginya adalah Luca. Keduanya tersenyum menggoda. "Zara, berkas pentingku tertinggal di apartemen. Bisa kau ambil dan antarkan ke kantor? Sekalian, kita makan siang bersama." "Tertinggal? Baiklah, aku akan ke sana." "Jangan terlalu lama. Aku menunggumu." Zara hanya menganggukkan kepala, meski dia tahu Luca tidak bisa melihatnya. Dia kemudian menatap panggilan yang berakhir setelahnya. Luca sudah mematikannya. "Ada apa, Zara? Luca, ya? Dia mau apa katanya?" Zara memasukkan ponselnya segera dan menatap ibu mertuanya yang kini menatapnya penasaran. "Iya, Bu. Katanya ada berkas yang ketinggalan dan dia juga ingin aku makan sia

