Di sudut ruang tunggu itu, kiran memojokan dirinya sambil berdoa agar selamat selamat.ia duduk sambil memeluk perdebatan kedua, penampilannya sangat memusingkan pikirannya hanya pada ardha.ardi yang melihat situasi kiran hanya bisa meringis tak tega. adit yang baru sampai di situ langsung menghampiri diundang, ia langsung merengkuh tubuh kiran namun di halau oleh si yang punya tubuh '' Pergi ... '' teriak kiran histeris, ia berdiri sambil menunjuk adit '' aku membencimu adit, karena kamu arda seperti ini, ya allah anakku harta berhargaku satu-satunya ... hikss hikks !!! apa salahku sama kamu dit ... tidak cukupkah kamu terlukaiku selama ini ... ya allah ... '' kiran menjambak rambutnya kuat kerudung yang terpasang tadi sudah bisa dipasang saat sedang di mobil. '' Ingat pakai otakmu dulu,

