Part 108 "Lea, ikut sarapan sama papa yuk? " Lea terlonjak kaget melihat papanya pagi sekali sudah berada di depan pintu kamarnya. Raut wajah Jovan nampak lelah sekali dan kantung matanya sangat terlihat jelas. Di sisi lain ada rasa marah dan kecewa pada sikap orang tuanya namun Lea tetaplah Lea yang merasa tidak tega melihat papanya berusaha mendekatkan diri kepadanya lagi. "Kalau Lea enggak mau, ya sudah papa tidak apa. "Mengerti anaknya hanya di mematung di depannya saja, Jovan membalikkan badannya dan Lea langsung menahan tangan papanya. " Papa. "Lea pun memeluk papanya erat. " Maafin Lea, Lea kangen papa. "Lea meneteskan air matanya di dalam pelakukan papanya. " Papa yang minta maaf, papa gagal menjadi papanya Lea. Papa kangen kamu, Nak."Jovan ikut meneteskan air matanya

