Part 95 Menangis tanpa suara walau sudah berada di tempat sepi, itulah yang dilakukan Lea saat ini. Lea sangat takut kalau nantinya tangisannya didengar murid-murid di sekolah sini yang menuju kemari atau sekedar lewat. Lea duduk di tengah taman bunga sekolahannya, ia membiarkan air matanya keluar begitu deras dan pandangannya lurus ke depan. "Mengapa rasanya sakit sekali? Sakitnya sampai buat badan Lea lemas. "Lea meneka dadanya lalu menepuknya perlahan. " Berharap Daniyal memeluk Lea kayak tadi Daniyal peluk Aqila. Itu tidak mungkin, secara tidak langsung tadi Daniyal memilih Aqila. Apalagi Daniyal dan Aqila itu berteman sejak kecil, tentu Lea enggak mau egois, Aqila yang lebih terluka dibanding Lea. " " Tapi ada rasa tak rela Daniyal memeluk Aqila. Lea tidak bisa marah kepada me

