Lima Puluh Empat - End

2139 Words

Setelah Fiona selesai berganti pakaian dan membasuh mukanya, ia pergi ke kamar anak-anaknya. “Edsel, Edward, kalian belum tidur nak?” “Nungguin mommy.” “Maafin mommy kalau lama. Yuk kalian cuci muka, cuci kaki, ganti baju. Lalu kita tidur.” Setelah selesai, Fiona berbaring di ranjang bersama kedua anaknya. Posisi Fiona berada di tengah dan ia memeluk kedua anaknya untuk membuat mereka tertidur. Tiba-tiba Fiona teringat akan pertengkarannya dengan Dicka tadi. Ia teringat ucapan Dicka yang menyakiti hatinya. Dengan segera Fiona mengusap air matanya yang tiba-tiba menetes. “Mommy?” “Edsel? Kamu belum tidur sayang?” “Mommy menangis?” “Ahh… tidak sayang. Mata mommy kelilipan. Kenapa Edsel belum tidur? Tuh lihat Edward sudah tertidur pulas.” “Maafin Edsel dan Edward ya mom. Gara-gara k

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD