2 hari kemudian Fiona sudah dibolehkan pulang. Meski harus tetap dengan perawatan jalan. Dicka dan mama Rani yang menjemput Fiona di rumah sakit. Mereka telah sampai di rumah milik Dicka dan Fiona. Dicka membantu Fiona untuk turun dari mobil dan duduk di kursi roda. Untuk sementara Fiona memang ahrus menggunakan kursi roda, sampai cidera punggungnya sembuh. “Ma, ini rumah siapa?” “Ini rumah kamu dan Dicka sayang. Disinilah kalian menebar kebahagian, sekaligus saksi cinta diantara kalian.” “Benarkah? Kenapa Fiona tak ingat sama sekali?” “Nanti kamu juga akan ingat. Ya udah ayo masuk.” Mama Rani membantu mendorong kursi roda Fiona, sedangkan Dicka membawa barang-barang Fiona. Mereka telah sampai di ruang tamu. “Kasihan Fiona. Tapi kenapa gue masih curiga kalo Fiona itu bohong ya? Cob

