Kebenaran...

1808 Words

Sejak pagi, Adelio dan Adelia terlihat tidak bersemangat. Tepatnya setelah mengetahui bahwa pengasuhnya akan pulang kampung, mereka seolah keberatan akan hal itu. Wajah mereka cemberut, tak ingin banyak bicara. Indah tidak bisa berbuat apa-apa. Niatnya pulang juga karena ada hal yang sangat penting. Ia pun sudah mengatakan berulang kali, bahwa kepulangannya hanya sebentar saja. Tanpa sadar, Indah bersikap sangat lembut, sangat berbeda dari Dewi yang biasanya sembarangan. Namun, hal itu tidak membuat Adelio dan Adelia heran. Mungkin karena wanita itu sedang sakit, tidak ada tenaga untuk bicara dengan nada tinggi. Nyatanya, Indah tanpa sadar telah menampilkan Indah yang sesungguhnya. Ia sangat perhatian pada kedua anaknya, suaranya pun terdengar lembut. Hanya saja, tidak ada yang menyada

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD