Hanya Menghindar

1061 Words

“Tuan, Nona Indah ada di sini.” Seorang pelayan menghampiri Sanjaya yang saat itu sedang di taman seorang diri. “Kemarilah, Nak.” Sanjaya menyambut Indah ramah dengan suara beratnya. “Apa aku mengganggu?” Indah tak berani mendekat, takut jika kedatangannya telah mengganggu pria tua itu. “Tidak sama sekali.” Sanjaya menggelengkan kepalanya. Hal pertama yang Indah lakukan adalah mencium punggung tangan Sanjaya dengan sopan. Sanjaya membelai rambutnya dengan lembut sebagai balasan. Ia pun memberikan isyarat agar pelayan pergi untuk membawa minuman. “Duduklah.” Sanjaya mempersilakan Indah duduk di sampingnya. “Apa yang membuatmu ke mari? Kamu mengalami kesulitan di rumah mertuamu?” lanjutnya bertanya. “Tidak, aku hanya ingin bersilaturahmi. Bagaimana keadaan ... Tuan—” “Panggil kakek s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD