Bab 23

3163 Words

YANG TERBAIK   "Kita tidak bisa memilih siapa orang tua kita.. Karena itu Tuhan yang menentukan.. Akan tetapi.. Kita bisa memilih ingin menjadi orang tua seperti apa nantinya.." Jemari lentik Sabrin dipakainya untuk menutup mulutnya. Dia begitu terkejut mendengar penuturan Imam. Menatap laki-laki itu dengan pandangan tak percaya. Dia bingung harus bersikap seperti apa. Karena jujur dia buta soal memberikan pendapat. "As long as you think right, i will support you, brother" Sabrin tersenyum pada Imam. Dia mengusap punggung kakaknya itu, seperti memberikan support pada kakak satu-satunya yang dia miliki. "Thanks, i know you will support me" Imam merentangkan tangannya menghadap Sabrin. "Hug me my princess.." Sabrin memeluk erat kakaknya itu. Dia tahu mas Imam sedang banyak masalah ya

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD