Belanja Bersama

2131 Words

Jeje menatap pria yang sedang memanggilnya. Ia tidak bisa mengontrol degupan jantungnya yang sudah berpacu dengan cepat. ‘Apa yang harus aku katakan padanya? Aku tahu, waktu ini akan segera tiba.’ Pikir Jeje. “Aldrich,” gumam Jeje. Tentu saja tidak ada yang mendengar gumamannya. Jeje merasa ingin menghilang detik ini juga. Ia tidak pernah menyangka jika ia harus bertemu dengan kekasih hatinya. Cintanya yang tidak pernah ia putuskan hingga saat ini. “Hei, ngelamunin apa?” tanya Aldrich saat sudah berada di hadapan Jeje. Teman-teman Jeje jelas tahu hubungan antara Jeje dengan Aldrich. Kisah asmara mereka sangat romantic, Aldrich tipe pria penyayang dan juga sabar. Jeje membuyarkan lamunannya. “Tidak apa-apa. Aku harus segera urus berkas dulu. Aku duluan ya,” ucap Jeje yang memang sengaj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD