Jacob menyantapnya dengan lahap sekali. Ia memakannya dan saat dirasa sedikit pedas, ia langsung mengambil minuman milik istrinya dan meminumnya hingga tak tersisa. “Kenapa?” “Pedas, mana minum untuk aku?” “Kamu tidak pesan?” “Mana aku tahu, kamu kan istri aku seharusnya memperhatikan keperluan suami dong!” Jacob sudah emosi, bagaimana ia bisa memiliki istri yang tidak peka terhadap kebutuhan suaminya. “Mbak, minumnya dua lagi ya,” ucap Jeje. Jeje melirik suaminya, ia ingin sekali tertawa tapi takut dosa. Jeje mencoba menahan tawanya dan ia bergegas memberikan minuman untuk suaminya saat minuman pesanannya sudah datang. “Ini diminum lagi.” Jacob menatap sinis istrinya dan ia langsung meminumnya kembali. Wajah Jacob sudah memerah, ia tidak bisa menahan rasa pedasnya. Jacob suka peda

