Jacob masuk ke dalam kamarnya dengan kondisi sedikit mabuk. Ia hanya merasakan sakit kepala karena istri kecilnya yang nakal. Padahal Jeje tidak nakal sama sekali, salahkan Jacob sendiri jika ada lelaki lain yang mendekatinya! Lagi pula, selama ini Jacob tidak pernah menganggap Jeje sebagai istri bukan? Jacob melihat istrinya yang sudah tertidur di ranjang miliknya. ‘Cih, siapa yang menyuruhnya tidur di sana? Bisa-bisanya dia terlelap di sini?’ Jacob mendekati istrinya, menatapnya lekat-lekat. Seperti ada sebuah percikan yang menyilaukan kedua matanya. Sudut bibir Jacob mulai terbit, pria itu tersenyum secara tiba-tiba. Dan tanpa sadar Jacob mendekati wajahnya untuk mencium bibir mungil istrinya. Jacob mengukung tubuh istrinya. Menikmati bibir manis yang sudah beberapa hari tidak ia

