Bab 8

947 Words

Bab 8 Sekitar pukul lima pagi, terdengar seseorang membuka pintu. Revan masuk dengan mata masam dan tubuh lelah. Dia menutup pintu bahkan sambil menguap. Ya, semalam dia hampir tidak bisa tidur karena insomnia. Setelah melepas sepatu dan meletakkan di rak samping pintu, Revan kembali menguap dan merentangkan kedua tangannya kuat-kuat. Belum puas menguap, sosok yang tengah berbaring di atas sofa membuatnya segera mengatupkan bibir. "Siapa itu?" celetuk Revan usah kedua tangannya turun. Revan mulai membungkuk dan berjalan mengendap-endap. Tanpa berpikir, harusnya Revan tahu siapa seonggok daging sintal yang saat ini tengah berbaring di atas sofa. "Larisa?" pekiknya pelan. "Ngapain dia tidur di sini? Tck!" "Dasar nggak punya hati!" Seketika Revan terjungkat mundur dan membulatkan kedua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD