Bab 3 Pagi harinya, Larisa sudah sibuk menyiapkan pakaian untuk sang suami. Dia menaruh sepatu pantofel di samping sofa, lalu meletakkan setelan pakaian di atas meja ruang ganti. Setelah semua terlihat beres, Larisa beralih pergi ke kamar mandi. Sampai di dalam sana, Larisa tidak langsung melucuti pakaiannya. Dia berdiri sambil mencengkeram bibir wastafel lalu menatap dirinya sendiri dari pantulan cermin. "Sekarang aku sudah dua puluh tahun, apa aku akan hidup seperti ini terus?" gumam Larisa. "Sepuluh tahun aku bersama mereka dan Revan masih tetap membenciku. Memang aku salah apa?" Tidak kerasa, air mata kembali turun membasahi pipi. Sisa berdebatan semalam kembali teringat membuat isak tangis terasa menyakiti d**a. "Aku harus bagaimana?" Larisa semakin terisak. "Aku juga ingin membu

