20. Menjenguk Salsa

1108 Words

"Memangnya kamu minum berapa telur ayam kampung?" tanya Bu Mae pada menantunya. "Dua butir, Bu," jawab Haya dengan suara lemah. "Madunya?" "Dua sendok." "Salah, harusnya telur dua kilo di dapur itu habiskan semua. Pagi setengah kilo, siang setengah kilo, sore setengah kilo, malam setengah kilo lagi. Madunya satu botol besar yang ada di dapur. Harus dihabiskan baru kamu kuat melawan penjajah yang bernama Asep itu," terang Bu Mae sambil melipat tangannya di d**a. Tidur yang tidak tuntas karena harus membawa menantunya ke rumah sakit, membuat emosi Bu Mae sedikit tidak terkontrol. Ia mengantuk dan butuh istirahat, namun sejak Satria menikah, ia tidak pernah bisa tidur lelap dalam beberapa hari. Pasti ada saja yang harus ia kerjakan tengah malam buta seperti ini. "Bu, kalau Haya keba

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD