Arthur pergi ke kantor, ia masih penasaran dengan wanita tadi. Siapapun tidak ada yang mampu menolak pesonanya, tapi kenapa gadis ini berbeda. Ia terlihat begitu tenang dan juga manis.
Saat bekerjapun Arthur tidak mampu menghilangkan paras Greisy dalam pikirannya. Bodohnya Arthur ia bahkan tidak bertanya siapa namanya. Ia bisa menawarkannya lagi, besok ia bertekad untuk datang dan menemuinya lagi.
Arthur tidak fokus bekerja, ia memikirkan Greisy begitu dalam.
Keesokan harinya, Greisy diajak pergi oleh ibunya.
“Gre temenin Mama yuk.” ucap Cassandra saat melihat putrinya yang baru saja keluar dari ruang gym.
“Kemana ?” tanya Greisy,
Sangat jarang Mama nya mengajaknya pergi.
“Ketemu temen Mama, Gre. Ayo lah”ucap Cassandra.
“Oke deh, Gre siap siap dulu Ma”ucap Greisy.
Daripada dia bingung ingin melakukan apa , bukankah lebih baik menemani ibunya. Tak butuh waktu lama Greisy selesai dengan pakaiannya. Greisy nampak mempesona. Ibu dan anak itupun bergegas menuju salah satu restoran yang sangan terkenal.
Cassandra memilih memesan privat room. Tak berselang lama, seorang wanita khas ibu ibu sosialita masuk ke private room yang sudah di pesan Cassandra.
“Victoria” ucap Cassandra kemudian berdiri dan memeluknya singkat.
“Cassandra maaf, aku sedikit terlambat. Arthur membuat ulah.”ucap Victoria.
Victoria sangat kesal dengan putranya itu, karena Arthur meminta bantuannya untuk mencarikannya ponsel di kamarnya, namun saat Victoria sedang mencarikan ponsel putranya malah mengunci pintu kamar dari luar. Sehingga Victoria terjebak di dalam kamar Arthur. Arthur melakukan itu karena semalam dirinya mendengar perbincangan ayah dan ibu nya bahwa besok ibunya akan menemui wanita yang akan di jodohkan dengan Arthur.
Tentu Arthur tidak ingin itu terjadi, dirinya tidak ingin di jodohkan.
“Gre, perkenalkan dia teman Mama” ucap Cassandra
“Hallo tante, saya Greisy” ucap Greisy kemudian berjabat tangan dengan Victoria
“Astaga San, kenapa kamu nggak pernah bilang punya putri secantik ini seperti bidadari turun dari surga. Aku kira kamu hanya punya Charl dan Sarah”ucap Victoria,
Greisy agak tersipu ia merasa tidak secantik itu tapi teman Mamanya memujinya berlebihan.
“Greisy tidak pernah mau aku ajak pergi pergi seperti ini, lagipula dia juga baru pulang kemarin” ucap Cassandra
“Businesswoman?” Tanya Victoria
“Bukan tante, saya seorang relawan”ucap Greisy
“Panggil Mami aja, Gre. Mami Victoria gitu” ucap Victoria mendapat senyum hangat dari Greisy.
“Tapi dia juga punya beberapa bisnis” ucap Cassandra, putrinya yang satu ini memang terlalu merendah.
“Waw, kenapa kamu menjadi relawan Nak ?” Tanya Victoria penasaraan.
Anak konglomerat biasanya tidak ingin repot repot untuk memberi bantuan secara langsung, apalagi seorang wanita sangatlah jarang. Kebanyakan pasti memilih untuk meneruskan perusahaan atau terjun di bidang modeling, desainer atau bahkan sebagai artis.
“Tidak ada alasan khusus saya hanya ingin hidup saya dapat berguna untuk orang lain” ucap Greisy
Victoria kagum dengan Greisy, bagaimana cara dia berpikir, bagaimana cara dia menggunakan perasaannya.
Bukankah Greisy adalah calon istri yang sempurna. Walau tidak ada manusia yang sempurna tapi Greisy adalah wanita yang mendekati sempurna. Pasti Greisy akan cocok jika bersanding dengan Arthur.
“Perfact” ucap Victoria
“Apa kamu sudah memiliki kekasih, sayang?” Tanya Victoria,
Greisy menggeleng sebagai jawaban.
“Kita makan dulu yuk.” Ajak Cassandra, kemudian mereka makan.
Tak berselang lama ponsel Greisy berdering. Gerisy permisi untuk menjawab panggilan itu di luar. Greisy menerima panggilan cukup lama. Sekitar 20 menit panggilan tersebut baru saja berakhir.
“Mama em Tan- Mami, Gre pamit lebih dahulu ya, ada sesuatu yang harus diurus.” Ucap Greisy,
Dirinya belum terbiasa memanggil Victoria dengan sebutan Mami
“Ya sudah, hati hati sayang. Jangan pulang terlalu malam”ucap Cassandra
“Hati hati ya, Gre. Kapan kapan main ke tempat Mami ya” ucap Victoria
“Iya Mi, kalau begitu Gre permisi. Bye Ma bye Mi” ucap Greisy
Sebelum pergi dia menatap Victoria dan melemparkan senyumnya. Gre menghubungi sopirnya untuk menjemputnya.
“San, fix valid kita menjodohkan Greisy dengan Arthur. Aku ingin Gre menjadi menantuku.” Ucap Victoria sangat excited.
“Tentu saja, tapi bagaimana jika Arthur tidak mau?”Tanya Cassandra
Bagaimanapun juga dia tidak mau Greisy mendapat penolakan dari Arthur. Cassandra tidak mau putri bungsunya hatinya terluka.
“Mustahil Arthur menolak Greisy. Greisy sangat sempurnaa, San.” Ucap Victoria meyakinkan.
“Baiklah, kita tentukan pertemuan mereka.” Ucap Cassandra.
“Sekalian dengan tanggal pernikahannya langsung pertemuan keluarga aja, San.” Ucap Victoria membuat Cassandra tertawa.
Cassandra tidak heran dengan sikap Victoria yang ingin sekali menjodohkan Arthur dengan Greisy.
Dimanapun Greisy berada selalu memberikan pengaruh positif, tutur bahasanya yang lembut, sikapnya yang santun, membuat siapapun orang yang berada di dekatnya pasti akan langsung menyukainya.
Berbeda dengan Victoria yang sedang sangat senang, Arthur terlihat sangat pusing. Dirinya tidak ingin dijodohkan.
Tingg..
Sebuah pesan masuk ke ponsel Arthur dan pesan tersebut berasal dari Sarah.
“Lukisannya ambil hari ini Thur. Sepet gue liat muka lu di lukisan itu.” Tulis pesan tersebut.
“Ke ruangan saya” panggil Arthur lewat sebuah telepon.
Tak berselang lama Emril datang.
“Ada yang bisa saya bantu,Sir ?” tanya Emril saat dirinya sudah masuk ke ruangan Arthur.
“Meeting masih berapa jam lagi?” Tanya Arthur
“Sekitar 45 menit lagi, Sir “ jawab Emril
Arthur menganggukkan kepalanya beberapa kali kemudian beranjak dari kursinya.
Arthur merapikan jasnya kemudian akan keluar dari ruangan. Sebelum keluar ruangan Arthur berhenti dan menoleh pada Emril.
“Saya pergi sebentar, jika ada yang mencari suruh pulang” ucap Arthur kemudian pergi dari ruangannya.
Sedangkan Emril menundukkan kepalanya paham. Arthur menggunakan pergi menngunakan mobil Lamborgini Veneno Roadser miliknya. Lamborgini Veneno Roadser yang hanya tersedia 9 unit di seluruh dunia. Hanya sekitar 20 menit dirinya sudah sampai di Mansion keluarga Rodriguez. Baru saja akan berjalan menuju pintu Masuk, Arthur dikagetkan dengan kedatangan wanita yang sangat cantik keluar dari mobil berwarna hitam metalik.
Arthur tertegun sebentar melihatnya, sedangkan wanita itu tidak lain dan tidak bukan adalah Greisy.
“Apa yang anda lakukan di sini?” ucap Greisy saat sudah berada di depan Arthur.
“Eh Arthur” ucap Arthur agak gugup kemudian menjulurkan tangannya,
Greisy menatap uluran tangan Arthur sebentar lalu membalas uluran tangan tersebut.
“Oh iya, hallo. jadi kenapa anda di sini ?” tanya Greisy
“Saya ingin mengambil lukisan” ucap Arthur,
Entah kenapa hanya berbincang seperti itu saja membuatnya gugup.
“Di keluarga Rodriguez tidak ada yang seorang pelukis” ucap Greisy
“Tau apa anda tentang keluarga Rodriguez, jangan sok tau nona”ucap Arthur tengil
Greisy agak menyipitkan matanya.
“Karena saya putri Tuan Diego dan Nyonya Cassandra, tentu saya mengetahui bagaimana keluarga ini" ucapnya
.
Arthur kaget, yang dirinya tau Keluarga Rodriguez hanya memiliki 2 orang anak, Charles dan Sarah.
“Anda teman Kak Sarah atau Kak Charles?”tanya Greisy yang sebenarnya sudah malas menanggapi Arthur
“Keduanya” ucap Arthur
.
“Maksud saya kepentingan anda dengan siapa diantara keduanya?” ucap Greisy setelah dirinya menghembuskan napasnya perlahan.
“Sarah” ucap Arthur.
Greisy kemudian mengambil ponselnya kemudian dia menelpon Sarah.
“Hallo, Kak”
“Iya, Gre. Kenapa?”
“Temanmu yang bernama Arthur datang ke Mansion. Katanya mau ambil lukisan.”
“Arthur sialan”
Sarah berteriak, saat itu juga Greisy menjauhkan poselnya. Bahkan Arthurpun mendengar umpatan Sarah.
“Mari masuk terlebih dahulu.” ucap Greisy.
Arthurpun mengikuti langkah Greisy. Mereka menuju ruang tamu, dan Arthur masih tidak terlalu mendengarkan teriakan dan umpatan Sarah. Greisy kemudian menyerahkan ponselnya pada Arthur, agar Arhut berbicara sendiri dengan kakaknya.
“Gak kasian sama pita suara Lu, Sar”
“Heh sialan lu Thur, gue bilangnya hari ini itu bukan berarti sekarang. Dan lu emang ga ada kerjaan sampe ambil tu lukisan sendiri, lu kan bisa suruh Emril dan itu nanti, ALEXANDER ARTHUR GEORGE, N-A-N-T-I"
Di tempatnya Sarah sangat kesal. Padahal Sarah sudah berharap nanti akan berjumpa dengan Emril karena Arthur menyuruh Emril mengambil lukisan dan ternyata malah zonk. Arthur malah mengambilnya sendiri. Seorang pelayan kemudian mendatangi Greisy dan Arthur dengan dua buah orange juice.
“Kasih ponselnya ke Greisy”
“Siapa Greisy”
Sebelum Sarah menjawab ponsel tersebut di ambil oleh Greisy.
“Kenapa, Kak?”
“Dek, kakak minta tolong ambilin kotak warna coklat di kamar kakak yah, kotaknya ada di deket meja koleksi jam tangan kakak. Terus nanti kamu kasih ke Arthur.”
“Iya, Kak.”
“Maaf ya,Gre. Kakak ngerepotin kamu”
“Gapapa kak santai, Bye”
"Bye"
Panggilan telepon pun terputus dan Greisy beranjak dari sofa. Greisy kemudian langsung naik ke kamar Sarah. Greisy mengambil kotak berwarna coklat yang di sebutkan Sarah tadi. Setelah mengambilnya Greisy ke kamarnya terlebih dahulu untuk mengambil sebuah map.
Kemudian Greisy turun dan memberikan kotak itu pada Arthur. Greisy heran, bukan maksud untuk gila akan ucapan terimakasih tapi bukankah seharusnya Greisy mendapat ucapan terimakasih dari Arthur.
Tidak habis pikir tapi Greisy juga agak tidak peduli.
“Anda sudah mendapatkan apa yang anda butuhkan, Apa anda belum mau pergi?” Tanya Greisy
“Kamu mengusir saya?” ucap Arthur kesal
“Tuan Arthur yang terhormat saya sibuk dan harus bergegas pergi sekarang, jika anda masih mau di sini juga silakan tapi saya tidak bisa menemani Anda.” Ucap Greisy beranjak dari duduknya.
Sebelum Greisy membuka pintu Mansion, pertanyaan Arthur menghentikan langkahnya.
“Tunggu, siapa nama kamu?” Tanya Arthur yang kini berdiri
“Anda tidak tuli kan, Anda pasti mendengar kakak saya memanggil saya Greisy, berati Greisy adalah nama saya.” Ucap Greisy
Greisy terburu buru tapi tidak mungkin juga dirinya langsung meninggalkan Arthur, bagaimanapun juga Arthur adalah tamu.
“Nama lengkap” ucap Arthur lagi, Arthur sangat penasaran dengan wanita ini.
“Alexandra Greisy Rodriguez”
Greisy membalik badan menghadap ke arah Arthur. Arthur berjalan mendekati Greisy, dan berhenti tepat di depannya.
“Maukah kamu membantuku?” tanya Arthur memegang tangan Greisy.
Spontan Greisy langsung melepaskan tangan Arthur.
“Jaga tingkah laku Anda dan jangan bertindak kurang ajar” ucap Greisy sengit
Arthur tercengang, dua kali dia mendapat penolakan dari wanita yang sama. Arthur tidak menyerah karena dia merasa Greisy adalah orang yang tepat untuk membantunya, lepas dari perjodohan. Mereka bisa lepas dengan mudah tanpa melibatkan perasaan.
“Please, aku butuh bantuanmu.”ucap Arthur dengan tatapan semanis mungkin.
Greisy menghembuskan napasnya perlahan, Greisy menatap Arthur, tatapan Greisy seolah meminta Arthur melanjutkan bicaranya.
“Kamu cukup menjadi pacar pura puraku. Berapapun aku akan membayarmu” ucap Arthur
Inilah yang membuat Greisy tidak suka. Arthur menganggap dirinya wanita yang bisa di bayar dan hal apapun akan di titik beratkan pada uang. Sungguh, Greisy membenci orang yang menganggap uang itu sangat berharga hingga semuanya bisa di lakukan dengan uang. Walaupun kenyataannya dalam segala kasus uang adalah hal yang berharga dan hampir sebagian besar orang melakukan apapun demi uang.
"Saya tidak tertarik.” Ucap Greisy
Ia keluar dari Mansion meninggalkan Arthur menuju mobil. Arthur berlari mengejar Greisy, sebelum Greisy masuk mobil tangannya ditahan Arthur.
“Sy, ayolah. Bantu aku.” ucap Arthur
“Tidak ada kewajiban saya untuk membantu kamu.” Ucap Greisy
“Aku janji ngabulin 3 permintaan kamu kalo kamu jadi pacar pura puraku dan jika perjodohanku batal kamu akan mendapat saham beberapa persen dari perusahaanku. Kamu tidak tertarik dengan uang tapi kamu tidak mungkin tidak tertarik dengan saham apalagi saham Artcher Company ”ucap Arthur,
Entah apa yang membuatnya yakin bahwa dengan dirinya membawa Greisy ibunya pasti akan memmbatalkan perjodohan konyol ini.
“Kita baru saling mengenal.” Ucap Greisy.
“Aku tidak peduli, please jadi pacar pura puraku. Aku yakin jika kamu setuju pasti perjodohanku akan batal”
Arthur sampai memohon membuat Greisy merasa kasian apalagi Arthur membuat mimik wajah seolah tidak berdaya.
“Oke, deal” ucap Greisy sambil mengulurkan tangannya.
Arthur kemudian membalas uluran tangan Greisy. Mereka berjabat tangan tanda sepakat.
Bagaimanapun juga, Greisy tau ada peluang di situ, siapa tau suatu saat dia membutuhkan bantuan Arthur lagipula hanya menjadi pacar pura pura itu tidak terlalu sulit.