Sedangkan di Mansion Keluarga Rodriguez, setelah selesai makan malam mereka berkumpul di ruang keluarga.
“Ada yang mau Mama bicarakan.” Ucap Cassandra
Charles dan Sarah menoleh padanya, Sedangkan Diego yang sudah tau apa yang akan di bicarakan istrinya pun hanya menganggukkan kepalanya.
“Mama mau jodohin Greisy.” ucap Cassandra.
“APA?!” kaget Charles dan Sarah bersamaan.
Mamanya ini kenapa tiba tiba ada pikiran untuk menjodohkan Greisy.
“Dengan siapa Ma?” tanya Sarah.
“Arthur.”ucap Cassandra.
“Alexander Arthur George?” Charles memastikan
Cassandra mengangguk.
“AKU TIDAK SETUJU” ucap Charles dan Sarah bersamaan.
“Mama ngga gilakan? masih waras? Mama tau bagaiamana Arthur. SARAH GAK SETUJU. SARAH GAK AKAN PERNAH MENGIZINKAN GREISY MENIKAH DENGAN ARTHUR” Ucap Sarah lalu pergi dari ruang keluarga.
Diego dan Cassandra cukup kaget dengan penolakan dari kedua anaknya.
Mereka kira Charles dan Sarah akan setuju dengan rencana mereka. Karena Arthur sendiri merupakan sahabat mereka
“Ma, Pa Greisy juga gak akan setuju dengan ini. Mama tau sendiri bagaimana karakter Greisy. Apa Mama dan papa tidak mengenali karakter putri kalian sendiri. Apa karena Greisy selalu jauh dari kita, hingga Mama dan papa lupa bagaiamana Greisy.” Ucap Charles
“Mama Cuma ingin yang terbaik buat Greisy, Charl” ucap Cassandra.
“Aku tau Mama melakukan ini untuk mengikat Greisy agar dia tidak pergi lagi kan. Bukan ini Ma caranya kalau maksud Mama menjodohkan Greisy agar dia tidak pergi. Jika Mama bersikeras menjodohkan Greisy, apa Mama pikir Gre akan bahagia, Greisy hanya akan kecewa dan berandai jika dia tidak pulang ke sini maka hidupnya lebih tenang. Dengan perjodohan itu Gre hanya akan tertekan.” Ucap Charles
“Apalagi Mama menjodohkan dengan Arthur. Dia temanku Ma, aku tau betul bagaimana dia masih mencintai masa lalunya. Aku tau sepak terjangnya seperti apa, aku hanya tidak ingin Greisy terluka lagi dan lagi." ucapnya
"Greisy hanya sok kuat padahal dirinya sangat rapuh. Greisy selalu menangis dalam diam, dan aku tidak rela jika air mata Greisy jatuh untuk menangisi orang seperti Arthur. Walaupun Arthur temanku. Perasaan Greisy sangat tulus dan lembut.”
Charles masih menahan emosinya
“Mama mau Greisy semakin jauh dari kita dan asal Mama tau bahkan Greisy bisa hidup tanpa bantuan kita. Bahkan study nya di luar negeri dari kecil tidak pernah mengambil sedikitpun uang dari kalian."
"Dia melakukan segalanya sendirian. Bekerja saat masih dibawah umur untuk terus hidup dengan dalih tidak mau merepotkan kalian. Apa kalian pikir normal anak berusia dibawah 12 tahun memiliki pikiran seperti itu padahal jelas jelas orang tuanya sangat mampu untuk menghidupinya. Greisy seperti orang yang dipaksa dewasa saat masih belia."
"Apa kalian pernah melihat Greisy memohon pada kalian, enggak kan. Lihat tatapan Greisy saat melihat Mama, Papa, Sarah bahkan ke aku adakah terlihat tatapan kerinduan, Enggak!"
"Tingkahnya palsu Ma untuk menyembunyikan semuanya yang ia rasakan. Biarkan Greisy bahagia dengan menentukan hidupnya sendiri. Kalian tidak perlu ikut campur apalagi ini berhubungan dengan perasaanya.” Ucap Charles.
Charles beranjak dari duduknya.
“Sebelum memutuskan melanjutkan perjodohan itu, pikirkan baik baik perasaan Greisy. Aku hanya tidak mau kalian menyesal” Ucap Charles kemudian pergi dari ruang keluarga.
Air mata Cassandra menetes mendengar ucapan putra sulungnya tadi. Diego pun memberikan pelukan untuk memnenangkan istrinya.
Ucapan Charles seperti menyadarkannya tentang pilihan hidup Greisy. Satu fakta yang baru dirinya tau, Greisy tidak pernah menggunakan uang pendidikan yang disiapkan untuknya dari dia berumur 12 tahun.
Semenderita itukah putrinya saat hidup di luar negeri seorang diri
Tak lama kemudian Greisy muncul di ruang tamu, Arthur tidak mampir karena dirinya tidak mau di introgasi oleh Cassandra dan Diego.
“Ma, kok nangis?” tanay Greisy lalu mendekat kearah Cassandra yang sedang di peluk Diego.
“Pa, Mama kenapa?” tanya Greisy karena Cassandra sepertinya tidak akan menjawab pertanyaannya.
“Gapapa sayang, mending kamu mandi sana, bau angin” ucap Diego sambil menutup hidungnya.
“Dih si papa mana ada angin bau.” Ucap Greisy
“Ada, angin yang keluar dari belakang” jawab Diego saat Gerisy berlalu menuju kamarnya.
Berbeda dengan Greisy, Arthur sekarang sedang di introgasi oleh Victoria.
“Jawab Mami, Arthur. Kamu masih berhubungan kan sama si jalang itu” sarkas Victoria sambil menjewer telinga Arthur.
“Sakit, Mii” teriak Arthur saat telinganya di tarik oleh Victoria
Mereka sedang berada di ruang keluarga, dengan Anna dan Edward sudah menahan tawa dari tadi melihat ekspresi kakaknya.
“Udah lah kak, ngaku aja daripada di jewer Mami” ucap Anna yang di angguki Edward
Sedangkan Arthur melayangkan tatapan tajamnya pada kedua adiknya itu.
“ Enggak, Mi. Arthur udah nggak ada hubungan apa apa sama Bella. Dan stop panggil Bella jalang Mi. Bella bukan jalang.” Ucap Arthur setelah Victoria melepaskan telinganya
“Mami gak peduli jalang ya jalang. Bilang sama Mami siapa kekasih kamu Arthur? Papi bilang kamu pergi saat akan meeting cuma karena mau ketemu kekasih kamu.” Ucap Victoria membuat Arthur menyeringai.
Sepertinya rencananya berhasil.
“Ya ada lah.” Ucap Arthur sambil menyenderkan tubuhnya ke sofa.
“Bilang sama Mami, Arthur!” ucap Victoria geram karena anaknya sepertinya tidak berniat memberitahu dirinya.
“Cantik kayak Anna ngga, Kak? “ tanya Anna yang juga penasaran.
Setahunya kakaknya ini masih belum melupakan wanita di masa lalunya.
“Lebih cantik.” Ucap Arthur sambil tersenyum bangga dan Anna mendecih
“Arthur!” panggil Victoria lagi
“Aku bakal kasih tau Mami, tapi Mami harus batalin perjodohan gak jelas yang Mami rencanakan.” Ucap Arthur
“Aduh, gak mungkin aku membatalkan perjodohan antara Greisy dan Arthur. Aku ingin Greisy menjadi menantuku.” Batin Victoria
“Oke, Mami akan batalkan. Tapi besok kamu harus ajak dia bertemu Mami, kita makan malam bersama. Tempatnya akan Mami kasih tau besok. Dan Mami akan mempertimbangkannya dulu.” Ucap Victoria lalu pergi dari ruang keluarga.
Rencananya akan berhasil, perjodohan yang direncanakan orang tuanya pasti akan batal. Kalau berhasil dirinya harus berterimakasih dengan Greisy
Dikamarnya Victoria menghubungi Cassandra
“Hallo, San. Gimana kalau besok kita adakan pertemuan keluarga untuk menentukan tanggal pernikahan Arthur dan Greisy.” Ucap Victoria saaat panggilan tersebut tersambung.
“Apa secepat ini?”
Jujur Cassandra merasa bimbang apalagi setelah mendengar ucapan Charles tadi.
“Lebih cepat akan lebih baik, San. Percaya ini yang terbaik untuk Greisy juga Arthur.” Ucap Victoria
“Ajak Sarah dan Charles juga.” Lanjut Victoria
Cassandra terdiam, mana mungkin kedua anaknya itu akan mau ikut setelah penolakan yang ia dapat tadi.
“Aku gak bisa ajak mereka, mereka sibuk.” .
“Yaudah gapapa, besok aku kabarin tempatnya.” Ucap Victoria
“Oke,bye.”
Panggilan terputus.
“Semoga ini pilihan yang benar untuk Greisy, Tuhan.”batin Cassandra.
Sedangkan Arthur setelah kembali ke kamar dia langsung menghubungi Greisy.
“Besok bisa makan malam lagi kan, Mamiku ingin bertemu kamu. Acting yang bagus dan meyakinkan agar orang tuaku percaya dan perjodohannku batal.”ucap Arthur
“Iya”
“Besok dress nya aku kirim, kita harus pakai pakaian yang senada.” Ucap Arthur lagi
“Iya”
Jantung Greisy berdebar tak karuan. Ia malah takut sandiwaranya dengan Arthur terbongkar.
Sudahlah tidak usah dipikirkan toh kalaupun terbongkar jika mereka hanya sandiwara juga tidak ada untungnya untuk dirinya.
Tok…tok…tok
Pintu kamar Greisy di ketok membuat Greisy bangkit dari tidurnya lalu membuka pintu.
“Eh Mama.” Ucap Greisy begitu melihat Cassandra di depan pintu.
Greisy menarik ibunya masuk ke kamarnya.
Tiba tiba saja Cassandra langsung memeluk Greisy erat.
“Ma, kenapa?” tanya Greisy bingung
Kenapa ibunya bertingkah aneh.
“Gre tau nggak, apapun yang Mama lakukan itu hanya ingin yang terbaik untuk Greisy.” Ucap Cassandra
Greisy mengangguk dengan pandangan datar.
“Besok kita pergi makan malam di luar ya, mau kan.”pinta Cassandra
“Aduh, Ma. Besok Gre diajak makan malam teman Gre. Dia sudah bilang lebih dulu tidak enak tiba tiba mengabari kalau Gre tidak bisa padahal tadi Gre sudah mengiyakan.” Ucap Greisy.
Jika ia membatalkan pergi bersama Arthur, kasian sekali jika perjodohan Arthur dilanjutkan, menikah tanpa cinta pasti rasanya akan menyiksa.
“Tapi ini penting, sayang. Mau ya demi Mama.” bujuk Cassandra.
“Yaudah gini aja, Ma. Gre datang tapi terlambat. Gre menemani teman Gre dulu baru ke tempat Mama.” Ucap Greisy mengambil jalan tengah
Dirinya tidak tega jika menolak permintaan ibunya. Mau tidak mau Cassandrapun mengangguk.
Tidak apa apa Gre terlambat daripada tidak datang. Karena ini adalah kesempatan Gre untuk melihat dan berkenalan dengan Arthur.
Cassandra pun keluar dari kamar Greisy membiarkan Greisy beristirahat.
Pagi harinya Arthur bangun dengan bahagia. Tentu saja karena nanti malam perjodohan yang dilakukan orang tuanya akan dibatalkan.
“Keliatan seneng banget sih Kak” ucap Edward melihat senyum yang tak luntur dari wajah sang kakak.
Arthur tak menanggapi ucapan adiknya. Dia hanya menaikkan bahu.
“Eh kak, waktu aku membantu jadi relawan, aku se-tim sama cewek cantik banget.”ucap Edward.
Edward pernah menjadi relawan beberapa bulan yang lalu.
“Terus hubungannya sama kakak apa?” ucap Arthur bingung, dia tidak sedekat itu dengan Edward untuk dijadikan tempat cerita mengenai perasaan.
“Kan koneksi kakak banyak, cariin dong dia tinggal dimana, terus nomor ponselnya. Saat masih di sana aku segan bertanya dan meminta nomornya.” Ucap Edward
“Kakak dapet apa kalo bantuin kamu?” Arthur tetaplah Arthur, dia tidak mau rugi apalagi hanya untuk melakukan hal yang menurutnya tidak penting.
“Perhitungan banget sih sama adik sendiri, di otaknya bisnis mulu. “ ucap Edward menggerutu.
“Di bisnis tidak ada yang namanya ikatan keluarga.” Ucap Arthur lalu pergi
Arthur kemudian pergi ke perusahaan, mungkin dia nanti akan membantu adiknya jika perjodohan yang dilakukan Maminya benar benar batal.
Sesampainya di perusahaan ia langsung masuk ke ruangan Emril, asisten pribadinya.
Di ruangannya, Emril sudah di sibukkan dengan pekerjaannya dirinya sampai tidak sadar jika Arthur sudah di dalam ruangannya.
Brak….
“Astaga Ya Tuhan” kaget Emril saat mejanya digebrak Arthur.
Sedangkan Arthur tergelak melihat ekspresi Emril saat kaget tadi.
“Sibuk amat, Em” ucap Arthur mengejek
Jika saja Arthur bukan atasan dan sahabatnya mungkin Emril sudah mematahkan leher Arthur karena kesal.
“Saya mengerjakan pekerjaan Anda, Sir”ucap Emril menahan kesal
Arthur ini sangat menyebalkan, dan tanpa rasa bersalah Arthur keluar dari ruangan Emril dan masuk ke ruangannya.
Arthur melanjutkan pekerjaannya juga, pekerjaannya tidak terlalu banyak hari ini karena beberapa sudah ia serahkan ke Emril.
Arthur melirik ponselnya, kenapa tidak ada pesan masuk dari Greisy.
Tunggu kenapa dirinya mengharapkan Greisy menghubunginya, Arthur menggeleng gelengkan kepalanya untuk menghilangkan Greisy dari pikirannya.
Arthur mencoba focus pada pekerjaannya, hingga ia tak sadar bahwa sudah waktu makan siang.