Pencabutan Rekor MURI

1569 Words
"Hay, maaf ya buat kelakuan teman saya yang sedikit kurang waras. Tolong dimaklumi," kata Reno basa-basi. Namun sang wanita tetap diam dengan mata yang fokus pada handphonenya. "Boleh saya duduk?" tanya Reno mencoba berbicara kembali. "Saya tidak suka di ganggu. Jadi silahkan anda pergi," usir sang wanita yang membuat Rega kembali tertawa bahagia. Rega menahan tawa sebelum akhirnya ia menghampiri Reno yang berwajah sangat memprihatinkan. "Udah Bos! Tolong jangan malu-maluin saya. Si Mbaknya gak mau kenalan sama Bos." Rega menarik Reno untuk kembali duduk bersamanya, tingkahnya yang seperti anak kecil membuat dua orang pengunjung menahan tawa mereka. Sedangkan Reno mendengus kesal akan kelakuan bos laknatnya itu. Lihat saja nanti, ia akan membuat perhitungan dengan Rega. Seperti kerbau yang di cocok hidungnya, Reno mengikuti Rega untuk kembali duduk di meja mereka. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup sang Dewa Cinta, yaitu ditolak secara langsung sebelum ia menyampaikan maksudnya. Jangan tanyakan bagaimana harga diri Reno saat ini. Karena sungguh ia sangat malu dan menjadi sangat penasaran akan sang wanita. Reno akan mencari tahu siapa wanita itu. Reno harus mendapatkannya, bagaimanapun caranya. Harga dirinya sedikit tersentil atas penolakan sang wanita cantik itu. Apakah wajah tampannya sudah tidak lagi memikat, sehingga wanita itu langsung menolak bahkan tanpa melihatnya. Apakah justru karena wanita itu tidak melihatnya sehingga ia langsung menolaknya. Sepertinya opsi kedua lebih meyakinkan daripada opsi pertama, karena setelah ia berkaca sejenak melalui handphonenya, wajahnya masih sangat tampan tanpa noda apalagi cacat. "Udah setan ketawanya. Malu-maluin lo," tegur Reno, karena Rega belum menghentikan tawanya. Untung saja saat ini Rega tidak memakai jas-nya, jadi ia bisa sesuka hati untuk memaki Rega. Karena saat ini Rega belum juga menghentikan senyum meledeknya. Bahagia sekali sepertinya ia melihat Reno ditolak oleh wanita. Rekor Muri Indonesia yang menobatkannya sebagai Pria yang tidak pernah ditolak oleh wanita, sepertinya harus segera mencabut itu. Karena untuk saat ini, Reno gagal dalam menyatakan cintanya. Jangankan berhubungan, bahkan menyampaikan maksudnya pun belum, tapi sudah ditolak. "kayaknya besok gue kudu laporan sama panitia Rekor Muri," ledek Rega setelah berhasil meredam tawanya. "Kirain gue udah nikah sama si Nadin lu jadi waras. Ternyata makin parah," balas Reno tidak habis pikir. Rega seorang CEO dari Sarani Corporation. Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan furnitur rumah berskala Internasional, masa iya Rega akan sibuk melaporkan pada pihak rekor untuk mencabut gelarnya. Walaupun Reno tahu itu semua hanya candaan mereka. Tapi! Oh, Ayolah. Seorang Reno, ditolak sebelum menyampaikan tujuannya. Diibaratkan kalah sebelum berperang. Sungguh itu mengurangi sedikit kadar ketampanan dan juga harga dirinya. Apalagi ia diledek oleh seorang Arega Dewa Sarani, seseorang yang tidak pernah merasakan jatuh cinta, dan sekalinya jatuh cinta gilanya melebihi Reno. Menambah kadar keterlukaan hatinya. "Gue bener, 'kan? Rekor itu kudu dicabut terus dipindahin sama gue. Karena gue gak pernah ditolak sama cewek. Malah gue yang selama ini dikejar-kejar sama cewek," balas Rega santai. "Lagian gue belom kalah ya. Maksudnya gue belom ditolak, itu cewek karna gak liat muka gue aja mangkanya dia ngusir gue," kilah Reno yang tetap tidak mau kalah. Tidak bisa ia kalah oleh seorang Rega dalam urusan wanita. Rega itu di bawah standarnya, sedangkan Reno sendiri merupakan guru untuk Rega. Tidak ada dalam sejarah hidup Reno guru yang dikalahkan oleh anak muridnya. Ini baru permulaan, dan seperti yang dikatakannya tadi, sepertinya wanita itu memang tidak melihat wajahnya yang merupakan cerminan seorang Pangeran, bahkan Pangeran Hamdan dari Dubai kalah tampan olehnya. Jadi Reno belum bisa dikatakan kalah oleh Rega, dan Rekor Muri nya belum bisa dicabut hanya karena perkara ia di abaikan oleh wanita. "Hello Tuan Reno! Anda dilihat saja tidak, jadi bagaimana anda bisa berkata bahwa anda belum kalah? Anda diibaratkan patah sebelum berkembang," cibir Rega sambil menggelengkan kepala, tidak habis pikir dengan jalan pikiran Reno yang masih dengan tingkat percaya diri yang sangat tinggi. Padahal sudah jelas bahwa wanita yang menjadi incarannya itu tidak menghiraukannya. Jangankan untuk mengeluarkan jurus Dewa Cinta yang selalu membuat wanita takluk dibawah kuasanya, bahkan untuk sekedar berkenalan pun wanita itu sudah menolaknya. "Lo harus ingat dengan pepatah yang mengatakan bahwa wanita itu jinak-jinak merpati. Jadi awalnya emang mereka nolak, sok jual mahal. Tapi yang sebenernya itu mereka pengen diberi perhatian lebih dan lebih. Lagian gak ada dalam kamus seorang Ragasa kalah sebelum berperang. Gue sendiri bisa pastiin kalo tuh cewek bisa gue dapetin. Bahkan gue jadiin istri." Reno berkata dengan gaya cool nya, matanya tetap tertuju pada wanita cantik yang saat ini sedang tersenyum pada layar ponselnya. Reno menumpukan kaki kanan keatas kaki kiri nya, jari telunjuknya mengetuk-ngetuk pahanya, mencetak senyum misterius yang justru membuat Rega tertawa. Membuat kedua pengunjung di meja seberangnya kembali menoleh pada mereka berdua. Sedangkan wanita incarannya tetap fokus pada layar ponselnya. "Gaya lo udah kayak CEO-CEO di novel tau gak," ledek Rega yang hanya fokus memperhatikan gaya Reno, bukan perkataannya. Gaya Reno saat mengatakan tentang pepatah begitu cool dan terkesan misterius, seperti gaya yang sering di deskripsikan dengan sempurna oleh penulis novel yang di bacanya. Di mana karakter CEO itu begitu dingin, datar, tak tersentuh dan terkadang misterius. Seperti dalam novel yang berjudul Hasrat Rumah Tangga karya salah satu Author dengan nama yang unik, yaitu Kochan18. Rega sangat menyukai novel itu, karena banyak pelajaran tentang kehidupan rumah tangga yang bisa diambil dari novel itu, yang akan telah dipelajari oleh Rega setelah ia dengan Nadin. Seperti itulah gaya Reno saat ini, membuat Rega tersenyum geli. Ya walaupun sebenarnya Reno memang bisa menjadi seorang CEO di perusahaannya sendiri, yang sayangnya ia lebih memilih berkerja dibawah tekanan Rega, dengan peraturan aneh yang ia ciptakan sendiri. Padahal itu perusahaan Rega, tapi untuk peraturan Reno sendiri yang menentukan, seperti Reno yang akan berbicara formal jika Rega masih menggunakan jas-nya, itu salah satu peraturan yang dibuat oleh Reno. Aneh bukan? Tapi seperti itulah mereka berdua. "Lo pertama ngeliat si koplak gimana rasanya?" tanya Reno tidak memperdulikan ledekan Rega. Si Koplak yang dimaksud Reno adalah Nadin, tunangan Rega. Reno, Nadin dan Mega tidak pernah akur jika bertemu. Ada saja yang mereka perdebatkan, hal yang kadang membuat Rega menggelengkan kepalanya. "Sulit dijelaskan dengan kata-kata. Yang pasti pertemuan pertama gue sama Nja bisa buat kepala lo bertanduk, 'kan?" tanya Rega dengan tersenyum lebar. Begitu bahagia jika mengingat bagaimana Reno dulu, saat ia begitu penasaran dengannya yang memang seperti orang gila. Dahsyatnya kekuatan cinta memang tidak terbantahkan. Rega sudah mengalaminya, Rega sudah merasakannya. Bagaimana hari-harinya selalu bahagia hanya karena mengingat senyum Nadin. Padahal saat itu ia baru berkenalan dengan Nadin, itupun ia harus mengumpulkan keberanian terlebih dahulu. Namun satu yang diyakini oleh Rega, dari pertama kali ia melihat Nadin ditengah kemacetan Jakarta, Rega sudah yakin bahwa Nadin lah yang akan menjadi jodohnya. Rega mempraktikkan perkataan ayahnya tentang mindset, atau pikiran alam bawah sadar yang harus ditanamkan pada dirinya. Saat itu Rega menanamkan di hati dan pikirannya bahwa Nadin atau yang ia sebut dengan nama Gadis senyum bidadari, karena Rega belum tahu siapa namanya itu adalah jodohnya. Dengan kekuatan doa, dan mungkin Tuhan memang telah menjodohkan mereka, sehingga sampailah mereka ditahap berumah tangga. Setelah banyaknya drama yang harus mereka lewati. "Gue sampe sekarang masih heran sama panggilan alay lo berdua. Dedew-Nja? Dapet dari darimana coba?" tanya Reno yang memang masih mempertanyakan asal mula panggilan yang menurutnya alay. "Itu ada sejarahnya dan rahasia negara," jawab Rega untuk kesekian kalinya. Membuat Reno lagi-lagi mendengus kesal. Reno semakin mendengus kesal ketika dua Koplak datang, entah dari mana mereka berdua sehingga bisa terdampar di cafe yang sama dengannya. Siapa lagi jika bukan Nadin dan Ibu Mega tanpa Wati yang akan menambah kekesalan hatinya. Juga jangan lupakan sifat jahil Mega jika ia mengetahui bahwa Reno mempunyai incaran. Sudah pasti Mega akan menghancurkan semua rencananya. "Nja!" Panggil Rega sambil berjalan menghampiri tunangannya yang baru memasuki Kafe. Rega mengambil tas yang ada di tangan Nadin, perlakuannya sangat manis, membuat Nadin semakin jatuh cinta setiap harinya. "Dedew ada disini juga?" tanya Nadin manja. "Drama rumah tangga dimulai," sela Mega dengan berjalan menuju Reno yang duduk pura-pura sibuk dengan dokumen yang ada ditangannya. "Sirik aja lo," cibir Rega yang tidak dipedulikan oleh Mega. "Sayang kok aku gak disambut sih?" tanya Mega manja dan langsung mendudukkan diri disebelah Reno, tidak lupa tangannya juga mengait tangan Reno. Selama ini Reno berharap pada Mega agar mau menjadi istrinya, tapi Mega tidak pernah mau dan Mega tidak akan melepaskan Reno sebelum melihat Reno benar-benar menemukan wanita yang benar-benar dicintainya, itu yang dikatakan Mega. Padahal Mega salah satu wanita yang dibutuhkan oleh Reno untuk proses tobatnya, karena selama setahun terakhir ini Mega sudah bisa mengendalikan Reno ke jalan yang benar, walaupun dengan cara tidak benar. "Mau disambut pake apa sih, Sayang?" tanya Reno lembut. Reno mengusap pelan pipi wanita yang hatinya sudah beku dengan penuh kasih sayang. Reno tidak akan bisa berkutik jika sudah bersama Mega. Hidupnya seolah diambil alih oleh Mega, tapi dengan kejamnya Mega tidak pernah mau ia halalkan. Saat wanita lain ingin sekali dihalalkan, berbeda dengan anak Sultan satu itu yang justru tidak pernah mau. Bukan hanya Reno, bahkan Nadin yang sudah mengenal lama seorang Ibu Mega tanpa Wati itu tidak pernah mengerti jalan pikirannya. Tidak pernah ada yang ditutupi oleh Mega tentang hal apapun itu. Nadin mengetahui keinginan aneh Mega yang ingin hamil tanpa ingin menikah. Mega membebaskan Reno untuk memilih wanita yang akan ia nikahi, asalkan wanita itu benar-benar wanita yang mencintainya dengan tulus tanpa melihat status. Karena selama ini banyak wanita yang hanya melihat Reno dari segi fisik, dompet dan status saja. Pun dengan Reno yang hanya melihat wanita dari segi fisik saja, bukan karena cinta dari hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD