56. Bawa Aku Pergi Dari Sini

2137 Words

Adinda menyetir dengan kecepatan sedang menuju rumah yang dihuni orang tuanya. Bukan berarti ia bisa menyetir lebih cepat dengan kondisi jalanan di ibukota pada jam pulang kerja seperti ini. Jakarta tidak pernah berubah dalam hal kemacetan sejak dulu. Mungkin tadi seharusnya ia tidak menyetir. Jesse menyentuh lengannya, membuat Adinda menoleh dan melihat pria itu menuliskan sesuatu di notes kecilnya. Aku tidak percaya orang-orang bisa hidup di tempat semacet ini setiap hari. Adinda tertawa. Ia sendiri juga sudah berpikir ulang tentang kemungkinan kembali kemari setelah kuliahnya selesai. Austin mungkin juga cukup macet di hari tertentu, tetapi kondisinya masih jauh lebih baik daripada kemacetan ini. “Banyak pendatang yang berharap bisa merubah hidup mereka di ibukota.” Ia melirik Jesse

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD