27. Terbakar Api

1544 Words

Rasanya sudah lama sekali Adinda tidak merasakan kebahagiaan seperti ini. Ia tertawa, ia memekik ketakutan sekaligus bersemangat, dan ia benar-benar merasakan seluruh adrenalin berpacu dalam dirinya, seiring bertambah cepatnya Honey berlari di padang rumput yang luas itu. Sebelum ini, ia selalu mengira jika menaiki kuda adalah sesuatu yang mengerikan. Hewan itu sangat besar, tinggi, dan ketika berada di atasnya, seakan tanah sangat jauh dari kakimu. Namun, saat ia merasakan sendiri menaiki punggung Honey, semua ketakutan itu perlahan sirna. Terutama, karena Adinda tahu jika Honey adalah kuda yang baik. Hewan itu tampaknya mengerti jika ia adalah seorang amatir. Langkah kaki Honey mantap, tegas, tetapi sama sekali tidak berbahaya. Saat ia menepuk bagian tubuh kuda itu dengan kakinya, sepe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD