"Bagaimana persiapan pernikahannya?" Tanyanya ketika kami menikmati makan siang di kantin rumah sakit. "Udah delapan puluh persen, Mas. Mas sendiri udah nyebar undangan ka?" "Udah kok Jannah, tapi beberapa undangan sepertinya harus kita bayar sendiri," ujarnya sambil menyendokkan makanan ke mulut. "Kepada siapa?" "Kepada direktur rumah sakit, dan keluarga terdekat Mamaku," jawabnya. "Berati kita harus kosongkang jadwal." "Aku udah ajukan cuti buat kita berdua," katanya santai sambil mengedipkan mata. "Benar Mas, wajah berarti aku gak perlu repot izin lagi." Ia tertawa kecil sambil menimpali "kamu memang gak suka repot, hehehhe." ** Tenda terpasang megah di halaman rumah, langit-langitnya dibentuk sedemikian rupa sehingga membentuk bunga yang indah, di sudut area tenda bunga bun

