misteri

1266 Words

Ketika kami sudah beristirahat di kamar, Mas Rafiq asyik bercengkerama dengan bayiku, mereka tertawa dan saling berbagi pelukan. Si kecil Rayan juga begitu menggemaskan membuat Mas Rafiq tak berhenti-henti menciuminya. "Mas, aku mau tanya sesuatu?" Aku membuka percakapan. "Ada apa, Sayang?" ucapnya tanpa menolehku dan masih menggelitiki bayinya. "Ibu dari teman Raisa melihat Mas kemarin berjalan di perempatan dengan seorang wanita, sangat mirip Mas Rafiq katanya, Apakah itu mungkin Mas?" Aku bertanya dengan hati hati. Raut wajah Mas Rafiq seketika terkejut namun, detik berikutnya ia segera menggeleng sambil tersenyum. "Kira kira menurutmu bagaimana, Sayang, aku berada di daerah dan baru kembali hari ini," jawabnya. "Apakah Mas sungguh tidak membohongiku?" "Apa maksudmu, Jannah?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD