Heboh

1150 Words

Aku masih mendengar teriakan dan pekik kesakitan Mas Rafiq dari kejauhan. Kucoba untuk mendekat ditengarai rasa prihatin pada mantan suamiku itu, tidak lebih. "Jannah ... Ah, kau Jannah, kau tinggalkan aku ...." Ia meracau kaca Sedang orang-orang mulai membicarakan tentangnya. "Kayaknya itu orang stress, ya," ujar seorang ibu. "Mungkin baru ditinggal pacarnya," timpal yang lain. "Jannah ... Oh ... Tolong ...." Ia meringis tapi tatapannya kosong. "Kayaknya lagi mabuk, deh," ujar seorang bapak berkemeja hijau. "Betul, tadi saya bantu ada bau-bau alkohol dari tubuhnya," imbuh Bapak yang lain. "Duh, kasihan sekaligus miris juga, kayaknya ini bukan orang sembarangan, lho, orangnya tampan dan mobilnya bagus, pasti anak orang kaya." Suara-suara dari kerumunan orang makin riuh membuatku m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD