senang tapi ...

1445 Words

Aku tahu bahwa ini bukan saat yang tepat untuk berdebat dan banyak bicara, oleh karena itu kutinggalkan tempat yang penuh dengan tangis itu untuk kembali kepada anakku. Aku tahu saat ini satu keluarga itu sedang sangat terpukul dan belum siap dengan kenyataan yang mendadak merenggut harapan indah mereka tentang menimang bayi, cucu kebanggaan orang gua soraya. Mungkin ini adalah bagian dari hukuman mereka yang sudah berbuat curang kepadaku. Kumasukkan mobil ke pekarangan rumah bapak dan sesaat kemudian putriku menyambutku dengan setengah berlari kecil lalu merangkul pinggangku. "Bunda dari mana aja, pulangnya kok, lama?" tanyanya. "Bunda ada urusan penting," jawabku. "Tapi ... kok bisa sampai malam?" katanya dengan ekspresi wajah polosnya. "Iya ada urusan penting, Sayang," kataku le

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD