"Mas, sepertinya situasi ini sudah tidak bisa dikendalikan," ucapku sambil membatu Mas Tama membangunkan sang istri. "Tolong bantu aku, menggotongnya." "Baiklah." Dengan penuh rasa bersalah dan tak nyaman aku segera mengangkat wanita itu bersama mas tama naik ke atas tempat tidur. "Bagaimana pun, aku yang salah, Mas," ucapku lirih. "Sudah tolong jangan bicarakan Siapa yang salah dan yang benar aku hanya ingin Aira cepat sadar agar aku bisa membawanya pulang." "Harusnya kita tidak perlu melanjutkan hubungan ini kalau istrimu merasa sangat tersiksa dan depresi seperti ini mas, Aku kasihan padanya," ucapku sedih. Air mataku mengembang dan sudah tak sanggup kutahan lagi. Ting! Bel pintu rumah berbunyi, kulirik waktu masih menunjukkan pukul 08.00 malam. Itu artinya masih ada potensi u

