Kaca mobil Mas Rafiq pecah berkeping keping, kuhampiri mereka dengan setengah berlari dan kulihat di dalam mobil sana, Raisa putriku dipeluk mas Rafiq sedang dia menangis tersedu-sedu ketakutan melihat roman muka ayahnya yang bengis dan berbeda dari dulu-dulunya. "Masak Ikbal, Kurang ajar sekali kamu, Mas." "Aku akan memberi pelajaran pada orang yang mencoba merayu dan mengambil kesempatan pada istriku," desisnya mendelik. "Keluar kamu!" Teriaknya. "Mas Ikbal, jangan bikin keributan di jalan," kataku menghalanginya. "Minggir kamu!" Bentaknya sambil mendorongku ke samping. "Keluar!" Prang! Gubrak! Mas Ikbal memukul kaca dan body mobil seharga 494 juta tersebut. Sedang mas Rafiq berusaha mengeluarkan Raisa dari pintu yang satunya, bergegas kutolong mereka. "Ambil Raisa," pinta ma

