150

1166 Words

"Mas Bangun dulu!" ujarku pada pria yang baru saja kunikahi siang tadi. "Iya, sebentar aku masih ngantuk." "Mas! Kamu harus pergi kerja!" Aku mengguncang tubuhnya. "Iya Jannah, kamu kok kasar amat?" Ia menggerutu dan sesaat nama yang dia sebutkan tadi bukan namaku. "Kamu kok manggil aku Jannah sih, Mas?" Tiba tiba hatiku sakit. "Oh, maaf ...." Ia nampak salah tingkah dan tersenyum canggung, sementara aku terlanjur kecewa. "Aku gak mau dengar nama Mba Jannah lagi di antara kita berdua, Mas," ungkapku dengan hati kecewa. "Maaf, tolong maklumi bahwa aku masih terbiasa dengannya." "Tapi itu menyinggungku ...." . "Iya, maaf, ya, Sayang, istriku yang cantik," bujuknya sambil mencium keningku. Harusnya aku bahagia, tapi kenapa aku harus menuai luka di hari kedua pernikahan.ah, sesaknya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD