163 ajakan

1120 Words

"Ayo pergi Rafiq percuma bicara dengan orang yang tidak mengerti," ucap Ibunya sambil berlalu, sejak dahulu tatapan sinis mantan Ibu mertua selalu sama, dia tidak pernah menghargaiku seperti menantu menantunya yang lain selalu saja ada hal yang membuat Dia benci dan sinis kepadaku. "Ayo, Ma." Mereka pun berjalan meninggalkan tempat itu setelah beberapa saat di sekolah rayan berangkat, begitu pun juga aku dan suamiku yang kembali ke mobil dan meluncur pulang ke rumah kami. "Besok-besok kalau ada orang yang ingin memancingmu, jangan terlalu tanggapi Jannah, bisa jadi mereka hanya ingin menyudutkan dan memancing emosi saja," ujar Mas Vicky di atas mobil. "Iya, Mas maaf karena tadi aku sempat tersulut emosi," desahku pelan. "Lebih baik menjadi pribadi yang tenang dan sabar daripada teru

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD