"Apa yang kamu lakukan di sini?" Kami berlomba menuju pintu untuk menarik tangan wanita itu. Aku ingin tahu apa yang dilakukannya di sini. "Kenapa kau panik melihat kami?" cecarku. "Maaf ini lingkungan kantor bukan tempat bertengkar, aku ada urusan dan tidak perlu harus memberi tahumu apa yang sedang kulakukan," ujarnya. "Apa kau sengaja melakukan sesuatu?" selidikku. "Emangnya apa yang akan kulakukan? Dasar aneh pabrik ini adalah pabrik pamanku, jadi aku bebas datang kapan pun yang aku mau," jawabnya ketus. "Lalu kenapa kau panik melihat kami?!" "Bukannya panik tapi aku benci padamu," jawabnya. "Kenapa?" Aku masih dalam posisi menarik tangannya. "Pernah kau selalu membayangi Rumah tanggaku, suamiku selalu memikirkan tentangmu yang tidak berguna itu." "Jaga mulutmu Rossa,"

