219

1141 Words

"Gak usah Har ,aku aja yang atasi masalahku sendiiri,' cegahku, tapi hari sudah bergerak keluar dan bersiap menghadapi Mas tama yang sudah keluar juga dari mobilnya. Kedua pria itu bertemu dengan wajah yang sama-sama tegang, mereka berdiri dengan posisi sejajar dan sama sama beradu pandangan dengan serius. Nampaknya Mas tama sangat tidak suka dengan gestur yang ditunjukkan Haris di depannya. Temanku yang merupakan perawat senior di ugd itu, juga tak mau diintimidasi oleh suamiku. “Ada apa ya, terus membunyikan klakson dan mengganggu?” tanya Haris dengan wajah serius. “Istri saya … turunkan dia dari mobilmu,” perintahya dengan wajah penuh ketidak senangan. “Kami hanya berangkat kerja bersama, apa itu masalah, lagipula Raisa sendiri juga tampaknya enggan turun dari mobil saja.” “Apa m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD