uminya berjanji

1357 Words

"Umi ... Berjanjilah untuk mengikuti keinginan ku," ujanya dengan air mata berderai. Sedang sang ibu menggenggam tangan putrinya kuat kuat. "Apa yang kau inginkan, Nak, selama masuk akal, ummi dan Abi akan meluluskannya," ujarnya ambil menatap wajahku dan putrinya bergantian. "Tapi, Bu, apa yang dia inginkan?" Jantungku berdebar sangat kencang menunggu jawaban mantan adik maduku itu. "Ak-aku ingin bersamanya," tunjukknya ke arah Mas Rafiq. Mas Rafiq terkejut bukan kepalang, Umi dan abinya tak kalah kaget dan hanya mampu menelan ludah. "A-apa maksudmu, Soraya?" "Aku ingin ikut bersama Muthmainnah ke Korea, belajar di sana." Aku langsung menghela napasku lega mendapati bahwa orang yang dia maksud adalah Santri ayahnya sekaligus sahabatnya yang berdiri tepat di belakang Mas Rafiq. Su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD