demi anak

1104 Words

Bias-bias mentari masih menyisakan rona keemasan yang menembus kaca mobil dan menimpa wajahku ketika kususuri jalanan kota menuju kantor polisi di mana mas Ikbal ditahan. Sebenarnya agak ragu kutemui namun mempertimbangkan kata-kata Bapak dan karena dia adalah ayah dari anakku, maka meski aku berkemudi dengan setengah hati aku terpaksa turun tangan untuk membereskan masalahnya. Sesampainya di sana, kulihat suamiku sedang duduk di kursi tunggu ia terlihat agak baik dengan senyum terkembang di bibir saat berbincang dengan salah satu anggota polisi di depannya, agak aneh aku melihatnya di sana, karena biasanya orang yang ditahan seharusnya berada dalam sel khusus. Kudorong pintu kaca dan memasuki lobi kantor, melihatku masuk Mas Ikbal langsung berdiri dan menyonsongku ke pintu. "Jannah, i

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD