"Mbak bantu aku, Mbak," katanya mengulang pernyataannya tadi. "Apa yang harus aku lakukan untukmu, mengapa kamu datang dan menangis?" aku jadi panik dan tidak nyaman melihat keadaannya. "Aku dipaksa abi untuk menikah dengan laki-laki yang tidak kuinginkan, dia duda yang sudah berumur, Aku tidak mau nggak, bantu aku ... aku tidak ingin dipaksa." Ia menarik dan memegang kedua tanganku. "Lantas apa yang bisa aku lakukan untukmu?"ucapku sambil mengguncang bahunya. "Bantu aku demi mendiang Mas Iqbal, Mbak." wanita itu menjatuhkan diri lalu menangis tersedu-sedu di kakiku. "Apa hubungannya?" Aku makin resah dan tegang rasanya. "Aku belum bisa melupakan mantan suamiku dan kini Ayah ingin menjodohkanku dengan anak temannya, aku tidak mau ... aku tidak mau." wanita itu menggeleng-geleng pel

