143 rossa

1197 Words

Sudah seminggu berlalu sejak kepergian Mas Rafiq dari rumah ini, perasaan ini sepi namun biarkan saja biar dia menentukan pilihannya sendiri. Aku beraktifitas seperti biasa, mengurusi rumah dan anak selalu pergi ke butik dan tempat konveksi mencatat keuangan memeriksa stok barang lagi kembali ke rumah. Semuanya berjalan seperti biasa hingga siang ini tiba-tiba Rayan kembali dengan wajah murung, anakku terlihat lesu dan langsung menjatuhkan tas sekolahnya di ruang tamu Dia duduk sambil berkali-kali menghembuskan nafasnya, terlihat seperti sedang terkena masalah. "Lho, Rayan, kamu udah pulang, Nak?" "Udah Bunda." "Kenapa wajahnya ditekuk begitu?" "Bunda nggak tahu atau pura-pura enggak tahu?" ' "Memangnya ada hal yang Bunda tidak tahu?" "Pernikahan ayah, Bunda nggak tahu kalau Ayah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD