Tak mau buang waktu lama membuang waktu dengan menunggu bukti dari Mas Rafiq, aku akhirnya memutuskan untuk mengambil ponselnya dan memeriksa mutasi rekening yang terjadi sepanjang dua bulan ke belakang. Pertama tama tidak ada yang mencurigakan sampai aku perlahan menemukan laporan uang masuk dari rekening toko dan jumlahnya banyak , lima belas juta, sepuluh juta, dan kini 25 juta. "Astaga, semakin lama semakin besar uang yang berani ia sembunyikan ke kantong sendiri." Itu baru informasi uang masuk, kini aku harus meneliti uang yang mengalir dari rekeningnya, mungkin aku bisa mendapat petunjuk pada siapa saja ia menggelontorkan dana. Sejujurnya meski aku istrinya, aku tak pernah mencampuri keuangan kecuali dari apa yang dia berikan sebagai nafkah. Tapi dia sendiri malah mengingkari

