125 dilamar

1369 Words

"Tidak, jangan lagi, Jannah, tidak ingin scene demi scene indah dalam hidup kita selalu disela oleh dokter itu." Ia menahanku dalam pelukan. "Tolong lepaskan aku,", ujarku yang dipeluknya dari belakang. "Tidak, kamu hanya akan jadi milikku." "Orang orang melihat kita," bisikku. "Apa peduliku, yang aku pikirkan hanya kamu tiap waktu, bahkan aku tidak bisa tidur, semakin berusaha jauh darimu makin membuatku gila," bisiknya di telingaku. Pemuda ini punya cara berbeda membahasakan cintanya, dia spontan dan ala adanya, tidak perlu kejutan atau keromantisan, yah kutangkap di sini, dia hanya ingin memilikiku saja, dan tidak lebih dari itu. "Jannah, boleh aku bicara," bisiknya. "Ya, tapi lepaskan aku." Ia membalikkan badanku hingga tubuh dan wajah kami sejajar. Sesaat dia mengeluarkan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD