Permainan pun berlanjut. Kiara mengocok kartu yang akan di bagikan kepada enam pemain lainnya.
Masing-masing mendapatkan dua kartu untuk mereka.
"ayo yang kau tukar, siapkan kartunya ya"kata Kiara tegas
Merekapun menyiapkan kartu yang akan mereka tukar dengan kartu lain dan berharap akan mendapatkan yang lebih baik lagi.
"aaah sial"kata Sella
"kenapa?jadi lebih kecil ya Sel"kata Kevin
"iya, elu jahat banget kasih gw kartu paling kecil balikin dah"kata Sella
"enak aja, enggak ah, emang elu kalah"kata Kevin
"gak tahu juga sih"kata Sella
"ya udah kita buka kartunya ya"kata Kevin
Mereka berenam pun membuka kartunya masing-masing. Dan benar Sella mempunyai kartu yang paling kecil di antara yang lainnya yang artinya dia akan membuka kartu hukuman, entah hukuman apa yang akan dia dapatkan nanti.
"wah Alan menang, elu hebat juga ya, habis kalah terus menang"kata Kiara
"iya nih, dia menang, sebelumnya kalah, sebelumnya dapat ciuman tuh dari Chika, sekarang dapat apa lagi elu Lan"kata Kevin
"hehe beruntung aja"kata Alan
"ah elu selalu bilang beruntung kalau menang gitu"kata Kevin
"merendah elu Lan, padahal handal"kata Sella
"enggak juga" kata Alan
"elu ambil kartunya atau elu gw peluk dan cium pipi aja Lan"kata Chika
"wah Chika ternyata naksir Alan ya"kata Kevin
"eh enggak gitu, daripada nanti aneh lagi tuh kayak tadi, mending gitu aja gimana Lan, gak usah ambil kartu tapi gw peluk deh, sama cium pipi elu lagi"kata Chika
"wah enak tuh, hajar aja Lan"kata Kevin
"wah enek bener elu Lan, udah terima aja gak usah ambil kartunya, biar yang menang aja buat nanti, siapa tahu gak kayak gitu lagi"kata Kiara
"eh iya sih, tapi berapa lama ya Chik"kata Alan
"hmm karena terakhir Kevin di peluk satu menit, gimana kalau sama aja, gw cium dan peluk satu menit gitu "kataa Chika
"boleh sih, tapi boleh gak aku nawar, ciumnya di bibir aja gimana "kata Alan
"wah gila elu Lan, punya pikiran kayak gitu luar biasa banget elu diam-diam "kata Kevin
"iya nih, Alan diam-diam menghanyutkan"kata Kiara
"hmm boleh sih tapi hanya di luar ya jangan sampai masukin di dalam, cukup kayak cium pipip aja giman"kata Chika dengan lembutnya
"wah gak apa-apa deh kalau gitu Chik, aku gak nolak"kata Alan
"wah beruntung banget elu Lan, gw mau ding kayak gitu sama Kiara, gimana Ra"kata Kevin
"enak aja elu udah dapat pelukan dua cewek tuh, ngapain harus gw juga, ogah"kata Kiara
"ah jahat elu Ra"kata Kevin
"biarin"kata Kiara
"ya udah ayo mulai Lan"kata Chika
Chika pun memeluk Alan berhadapan sambil bibir mereka pun bertemu. Mereka hanya saling menempelkan bibir saja tanpa ada kegiatan lebih.
Yang lainnya yang menonton pun melihat mereka berdua yang sedang berpelukan hangat dimana itu di tawarkan oleh Chika tanpa di duga
Kevin pun kepengen juga, dia lalu menyentuh tangan Sella.
"kenapa Lan"kata Sella
"gw pengen kayak gitu, elu mau gak, pasti udah gak pernah kan elu sejak putus"kata Kevin
"enak aja, gak ah, nunggu hukuman gw aja semoga gak aneh"kata Sella
"semoga aja meluk gw ya Sel"kata Kevin
"ah terserah gw, mau meluk elu atau Alan juga gak apa-apa"kata Sella yang di antara Alan dan Kevin itu.
"udah stop, waktu satu menit sudah selesai"kata Kiara
"yah elu Ra, cepet banget"kata Kevin
"apaan sih elu, kan gw bandarnya, terserah gw dong"kata Kiara yang tidak berhenti bertengkar dengan Kevin itu
"gak apa-apa kok, makasih ya Chik"kata Alan tersipu malu dan pipinya merah
"iya sama-sama Lan"kata Chika
"wah Alan pipinya merah tuh, elu naksir beneran ya sama Chika, wah udah nikmati aja Lan mumpung sekarang bisa dekat dengan Chika"kata Kiara
"lha gw naksir elu Ra, gak elu terima juga meskipun bentaran aja"kata Kevin
"gak usah, elu gak usah ikutan"kata Kiara
Alan pun memang tersipu malu dengan pipi merah setelah dia berpelukan dna di cium Chika di bibirnya.
Alan yang memang bersemangat untuk ke Vila tadi pagi pun sebenarnya tidan menduga bahwa dia akan mendapatkan rejeki runtuh seperti itu, di cium dan di peluk cewek tercantik di sana dimana Alan juga sebenarnya menaruh hatinya ke Chika, tetapi level Chika tidak terjangkau oleh Alan yang berasal dari keluarga kekurangan itu.
Alan pun terus tersenyum dengan kesenangannya itu. Lalu permainan pun di lanjutkan dengan Sella akan mengambil kartu hukuman, namun sebelum kartu hukuman di ambil, Kevin pun mengambil kartu hadiah yang seharusnya di ambil Alan.
"eh apaan sih sebenarnya kartu ini, gw penasaran deh"kata Kevin mengambil kartu
"eh dasar elu Vin, gak boleh"kata Kiara
"udah terlanjur, ini apa bunyinya, di peluk selama satu menit oleh partner di sebelah kiri lalu berpegangan tangan selama permainan selanjutnya, ah gini doang, mending tadi dah"kata Kevin
"iya bener mending tadi deh"kata Kiara
"elu mau pegangan tangan juga Lan"kata Chika
"lha lha lha Chika malah nantang"kata Kiara
"ya kan aslinya gitu, kalau cium bibir sih bonus aja, gak apa-apa kan"kata Chika
"ya terserah eelu dah kalau elu mau"kata Kiara
Akhirnya Alan mendapatkan rejeki lagi. Dia berpegangan tangan dengan Chika bahkan sebelum permainan dimulai itu dan baru Sella akan mengambil kartu hukuman.
"nah gw ambil dah"kata Sella
Sella pun mengambil kartu hukuman dan dia pun membacakannya dengan lantang.
"memijit kaki partner sebelah kanan, eh enak bener dia"kata Sella menunjuk Kevin
"lha kan hukuman buat elu itu Sel, ya gak tahu kalau gw beruntung"kata Kevin
"huh dasar, enak bener, habis menang sekarang kayak menang lagi dah elu, sini kaki elu, bersih kan"kata Sella
"bersih habis di cuci bersih menggunakan sabun khusus mandi"kata Kevin
"apaan dah, sama aja sabun mandi itu"kata Sella
"ya kan emang sabun khusus buat mandi, kalau buat cuci piring beda lagi"kata Kevin
"iya ya terserah elu dah, kaki elu mana"kata Sella
"ini"kata Kevin meluruskan kakinya dengan ujung kakinya di dekat Sella
"eh ini berapa menit tadi lupa gw"kata Sella
"tiga puluh detik"kata Kiara
"owh untung gak lama"kata Sella
"pijitinnya yang bener ya Sel, palai tenaga juga, awas kalau gaj kerasa"kata Kevin
"yee enak aja terserah gw dong nih"kata Sella
"ah gak kerasa"kata Kevin
"huh dasar elu"kata Sella
Sella pun memijit dengan keras, namun masih tidak kerasa bagi Kevin karena tenaga Sella yang kecil memang.
"ah gak kerasa"kata Kevin
"banyak omong elu, gak usah bawel, ini hukuman buat gw bukan hadiah buat elu ya"kata Sella
"ya harusnya menjalani hukuman itu yang serius, ini apaan, gak keras gini"kata Kevin
"udah stop, tiga puluh menit sudah berlalu"kata Kiara
"eh cepet banget"kata Kevin
"ya udah kita lanjut, eh ada yang sedang asyik deh"kata Kiara melihat Chika menyandarkan kepalanya ke bahu Alan
"aduh berat kepala gw ,butuh sandaran"kata Chika
"ah kalian ini mesra mesraan aja"kata Kiara
"kalau elu pengen, bahu gw siap nih Ra"kata Kevin
"enak aja, dah ah ayo mulai lagi dah"kata Kiara
Kiara pun mengocok kartunya lagi. Dia terus membagikannya ke semua peserta itu.
"elu gak capek Ra, ngocok terus"kata Kevin
"apa elu mau gantiin gw"kata Kiara
"enggak, bukan gw, siapa tahu Tika atau Sella mau gantian sama elu, biar elu deket sama gw"kata Kevin
"hih dasar elu gitu mulu, dah ah, gw tolak elu"kata Kiara
"aduuuh sakit banget Ra, elu tega beener ya nolak gw"kata Kevin
"udah ah males ngurusin elu mulu"kata Kiara
"lha gw kan udah kurus, ngapain di kurusin lagi dah"kata Kevin
"terserah deh, udah yang mau tukar silahkan tukar, yang lagi pacaran jangan saling lihat "kata Kiara memperingatkan Chika dan Alan
"eh iya ya"kata Chika
"kalau mau pacaran berdua, mending gak usah main, cari tempat berduaan aja sana, kayak gak pernah pacaran aja kalian"kata Kiara
"gw emang udah lama gak pacaran Ra"kata Alan
"hadeh malah di tanggepi lagi dah, udah kalian jangan saling intip atau kerjasama ya, kalau enggak kepala kalian tahu rasa"kata Kiara sambil mengepalkan tangganya seolah mengancam mereka berdua.
"sabar Ra, kalau elu tuh yang, gw cium diem elu nanti"kata Kevin
"owh awas aja ya kalau berani"kata Kiara
Kevin pun malah tertantang, dia lalu bangkit dan menuju arah Kiara dan segera mencium bibir Kiara.
Kiara dengan segera mendorong Kevin untuk segera menjauh darinya.
"ah dasar elu cari kesempatan"kata Kiara sambil memukul lengan Kevin
"aduh, salah sendiri elu gak mau diam, dasar mulut dua"kata Kevin