Chapter 39

1050 Words

"Rel, kemarin gue dianter pulang sama Verel," kata Syabila di jam istirahat makan kedua. Kedua gadis itu sedang duduk di kelas sambil memakan siomay mereka masing-masing. "Kok bisa?" Helaan napas berat terdengar dari mulut Syabila. Memilih mengunyab habis seseondok penuh yang baru disupkannya. "Padahal chat-nya gue kacangin mulu, Eh, malah disamperin." "Lagian kenapa lo kacangin?" tanya Aurel yang hanya mendapat kedikkan bahu Syabila. "Dia ganteng juga loh, Bil, btw." "Iya, sih, emang. Cuma ya gitu." "Oh, ada yang lo suka?" pertanyaan tiba-tiba itu membuat Syabila menoleh dengan jengkel pada Aurel. Aurel ikut menatap Syabila. Merasa heran dengan reaksi perempuan itu. "Ck. Nggak lo, nggak Papa, kenapa sih nebaknya kek gitu!" serunya. Sekali lagi membuang napas lelah. "Kayak orang f

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD