Vian tersenyum sendu. Andre sudah tiba di Amerika sejak beberapa hari yang lalu. Dan dia baru bisa mengiriminya pesan sekarang. Dia baru bangun kemarin, dan hari ini baru dibolehkan memegang ponsel. Itu pun setelah dia menjalankan serangkaian tes terlebih dahulu. Keterlaluan memang para orang dewasa itu. Ingin rasanya Vian melempar mereka ke rawa-rawa. Kalau saja dia berani. Mereka –orang-orang dewasa itu– terutama Momma Adriana, sangat galak. Momma Adriana malah tak mengizinkannya turun dari ranjang, kecuali untuk ke kamar mandi. Bahkan untuk makan pun dia disuapi. Momma Adriana stand by dua puluh empat jam di sisinya, bersama Mommy yang juga tak mau meninggalkannya. Sekarang saja kedua perempuan itu duduk di dekatnya, mengawasi kalau-kalau dia nekat berjalan-jalan seperti yang ingin dila

