Epilog

2064 Words

Dini menyapukan lipstik berwarna merah muda lembut di bibirnya sebagai sentuhan akhir. Malam ini adalah malam ulang tahun Andre yang ke dua puluh tiga. Meskipun ia tahu kalau kehadirannya tak diharapkan, ia akan tetap datang memenuhi undangan. Sudah lebih dari setahun sejak kepulangan pemuda itu, sudah hampir setahun sejak pembatalan pertunangan mereka. Hubungannya tetap seperti itu saja, Andre tetap saja tidak menyukainya. Tetap tidak mau menatap dan makan satu meja dengannya. Dini bukannya menyerah dengan semua itu. Ia sudah membulatkan tekad untuk berjuang memenangkan hati Andre. Berapa pun lamanya, ia akan tetap menunggu. Karena ia yakin, sekeras apa pun hati pasti akan luluh dengan ketulusan cinta. "Dini, kamu sudah siap, Sayang?" Pertanyaan bernada seru itu membuat Dini segera m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD