Apakah ini mimpi? Dini mengerjap. Dan merasakan pusing di kepalanya gadis itu yakin kalau ia tidak sedang bermimpi. Dini mencoba bangun perlahan, tak peduli dengan kepalanya yang semakin berdenyut. Efek dari ia menangis semalaman. Tangan kiri Dini terangkat, memijit pelipis. Melihat jari manisnya yang kosong, tangis Dini kembali tumpah. Tadi malam keluarga Andre benar-benar memutuskan pertunangan mereka. Dan ia juga sudah berkata kalau ia menerima keputusan itu. Meskipun dalam hati ia menjerit keras. Sungguh, Dini tak ingin pertunangan mereka putus. Ia yakin akan dapat meluluhkan hati Andre. Itu dulu, sebelum perkataan Andre tadi malam ia masih yakin akan dapat membuat Andre jatuh cinta padanya. Apalagi Vian selaku mendukungnya, walau hanya lewat mimpi tapi dukungan Vian sangat berarti.

