59 | This Is What You Want

1154 Words

Saat Olin memutuskan untuk berbicara, ia telah siap menanggung resikonya. Dihujat, dicaci maki, dibenci, termasuk dihujat, dicaci, dan dibencinya oleh Arif. Entah ini hanya luapan emosi atau memang seperti inilah wajah Arif yang asli, yang jelas Olin belum pernah melihat Arif semengerikan ini. Biasanya, semarah-marahnya Arif, dia hanya akan meluapkannya secara verbal, tidak sampai mengamuk lempar-lempar barang. Olin duduk tenang di tempatnya, tidak mau berlagak bingung mengapa Arif marah atau tidak tahu diri berusaha menenangkannya. Jelas-jelas, Arif begini karena ulahnya. Ulah merugikan bagi mereka yang anehnya sama sekali tidak Olin sesali. Selain suara deru napas Arif yang memburu, ruang tengah apartemen Arif yang sudah serupa kapal pecah ini diisi oleh suara presenter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD