Dean memasuki kamar hotel yang disediakan. Saat masuk, ia langsung mengedarkan pandangannya ke sekeliling sudut ruangan, tidak begitu buruk. Biasanya setiap kali menginap di hotel, ia selalu memesan presedential suite. Kamar yang di d******i warna putih dan coklat muda ini terlihat cukup besar dan nyaman. Sepertinya pihak sekolah tidak main-main menyiapkan semuanya. Wajar saja, tamu-tamu mereka bukan dari kalangan orang biasa. Ben yang berjalan di belakangan Dean ikut memasuki kamar sembari meneliti setiap sudut ruangan. Memang tidak sebesar dan semewah kamarnya, namun Ben tidak mempermasalahkan tentang itu. Sejujurnya ia bisa tidur dimana saja. Ben langsung berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya sementara Dean duduk di sofa yang menghadap ke balkon kamar. Pandangan Dean mener

