Sesuai keputusan Andi dan Dewi, mereka tidak merelakan putri mereka dirawat di rumah sakit. Mereka berpikir kalau Andien bisa mereka jaga di rumah peristirahatan mereka yang ada di puncak. Setiap 2 hari sekali Dewi dan Andi mengunjungi Andien sementara Jeani, terpaksa harus melihat dari jauh setiap kali dia mengantar orang tuanya. Andien masih tetap histeris setiap kali melihat Jeani dan menganggap Jeani sebagai sumber masalah yang membuatnya kehilangan Rizal. Sebulan sudah Jeani ada di Jakarta dan seminggu sudah dia mulai praktek di rumah sakit milik Rizal sesuai saran dari Dokter Ardi. Jeani tidak tahu apakah Rizal tahu dirinya bertugas di rumah sakitnya atau tidak tetapi Jeani selalu menyempatkan diri mengunjungi kantor papanya untuk membantu. “Jean, jangan buat pekerjaan di kantor

