Seperti yang dikatakan Bobby, saung mereka berada di bagian paling ujung dan letaknya sedikit tersembunyi seolah tempat tersebut sengaja disiapkan oleh Bobby untuk mereka. Seperti beberapa orang yang terlihat sibuk dengan ponselnya Rizal pun melakukan hal yang sama sementara mereka secara sengaja membuat janji bertemu membuat Jeani memandangi Rizal. Mau menegur, dia malas karena lebih menarik menatap wajah gantengnya daripada mengeluarkan energy percuma. Menunggu Rizal sadar kalau Jeani tengah memandanginya seolah mejadi penantian tanpa akhir kalau saja pelayan tidak datang menghampiri saung mereka dengan membawa buku menu serta nota pesanan. Kamu mau makan apa?” Jeani melirik Rizal yang baru saja meletakkan ponselnya di atas meja. “Terserah kamu saja. Aku tidak punya pantangan,” jawa

