Happily Ever After

3229 Words

ANDRA merenggangkan otot-ototnya saat seselai menelpon, beberapa detik lalu Bagas, keponakan yang kini menjadi musuhnya menelpon. "Vi, Vio, bangun sayang." Panggil Andra dengan nada serak khas bangun tidurnya. Vio bergumam sambil mengeratkan pelukannya pada Andra. Keduanya masih ditempat tidur dan saling berpelukan. Andra terbangun karna mendapat telpon dari Bagas. Katanya dia ingin bertemu dengan anty kesayangan nya itu. "Sayang bangun udah pagi." "Aku capek, ngantuk, masih mau tidur." "Iya, tapi Bagas udah mau kesini. Katanya mau ketemu anty kesayangannya." Ujar Andra lembut. Vio membuka matanya, mengedipkanya beberapa kali sambil menatap Andra. "Bagas mau kesini?" Tanya Vio setelah mengumpulkan nyawanya. "Masih jam 7 kurang An." "Dia mau sarapan sama kamu katanya, kak Put

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD