16

1220 Words

16 Harapan Nicholas terkabul. Ia menemukan Sean masih duduk menonton televisi di ruang keluarga ditemani segelas anggur. “Tidak bercinta dengan istrimu?” sambut Sean menggoda. Nicholas menggeleng samar dan duduk di sofa lain yang membentuk siku-siku dengan Sean. Sean menyeringai kecil. “Tumben. Terjadi sesuatu?” Nicholas menatap Sean dengan tatapan menyelidik. Ia ingin sedikit berbagi beban yang menggelayuti pikirannya, tapi apakah Sean akan memanfaatkan hal itu untuk mendekati Sherine? Merampasnya darinya? Tidak. Nicholas menggeleng samar. Bukankah ia sudah berjanji pada diri sendiri ingin memberi Sean kesempatan sekali lagi? Kepercayaan sekali lagi? Lagi pula, terlepas dari sikap hangat Sean pada Sherine, saudaranya itu tak tampak berusaha menggoda. Tapi kenyataan Sherine sering

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD