19

1257 Words

19 Keesokan sorenya, Sherine mengetuk pintu kamar Sean sambil membawa sehelai dasi sutra jahitannya. Sherine membuat tiga helai dasi. Dua helai sudah ia berikan pada Nicholas tadi pagi, dan kini satunya akan ia berikan pada Sean sekarang, berhubung pria itu akan kembali ke London besok. Meski ragu Sean akan memakainya mengingat sejak di sini Sherine belum pernah melihat Sean memakai jas, tapi ia ingin memberi kenang-kenangan kepada adik ipar sekaligus temannya itu. Mungkin saja di London sana Sean bekerja memakai jas dan ia tidak tahu. “Masuk.” Terdengar sahutan Sean. Sherine segera membuka pintu dan mendorongnya pelan. Sean tampak segar dan tampan sehabis mandi dengan celana jins sobek-sobek dan kemeja pas tubuh berlengan pendek yang dua kancing teratasnya sengaja dibuka. “Hai, Sheri

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD