Saat ini Nathan sedang berada di ruangannya, hanya ada keheningan dan suara detak jarum jam. Di tangannya, memegang segelas whiskey namun tidak dengan pikirannya saat ini, malam ini ia belum ingin pulang ke apartemen, ia ingin menyendiri. Namun tiba-tiba saja ponsel miliknya bergetar, ia segera mengambilnya. Ada notifikasi masuk dari sekretarisnya, ia menatapnya sesaat dan detik itu sudut bibirnya perlahan membentuk senyum dingin. “Aku tidak menyangka selama ini kamu menutupinya dengan rapi, El. Nyatanya kebodohanmu yang akan menghancurkanmu sendiri,” gumam Nathan, dingin. Ia melihat foto Eleanor yang mengenakan dress hitam ketat menampilkan lekuk tubuhnya, di dalam gendongan Alaric yang keluar dari sebuah club, dengan penampilan berantakan, dan itu bagi Nathan adalah kesempatan yang se

