Hari ini waktu terasa berjalan begitu lambat bagi Amanda. Gadis itu hanya berbaring diatas ranjang sejak siang tadi, sepulang dari kampus. Dimitry sempat mengajaknya jalan – jalan atau menghabiskan waktu bersama sepulangnya dari kampus tadi, namun gadis itu menolak. Pikirannya tidak sedang fokus pada tempatnya saat ini. Entahlah, ia tak begitu memahami perasaan apa yang kini dirasakannya, tapi yang jelas ia merasa lemas dan tak bertenaga. Dalam benaknya ia merasa sedih dan takut kehilangan entah karena apa. Gadis itu masih terlalu awam untuk meraba perasaannya sendiri meskipun kini usianya telah menginjak angka ke 21. Karena faktanya, satu – satunya sosok pria yang berani memberi afeksi lebih pada gadis itu hanyalah Daniel. Setiap saat selama 4 tahunnya selalu diisi dengan pria itu, entah

